Showing posts with label Popular. Show all posts
Showing posts with label Popular. Show all posts

Saturday, June 13, 2009

Malaysia gudang petir. HOUWGH...

Sabtu siang ini, saya mendapat giliran menjaga anak-anak karena Ummi ada acara di luar. Saya bekerja di depan komputer sedangkan Sayyid & Asya bermain bersama di ruang tamu. Tiba-tiba... DUARRRR........suara guruh menggetarkan rumah. Anak-anak pun teriak: ABIIIII....sambil berlari menuju saya. Tidak cuma sekali, guruh dan kilat menyambar-nyambar lebih dari delapan kali. Saya mengintip dari balik pintu, memang dasyat. Subhanallah. Kilat besar seperti turun dari langit ke sebelah selokan dekat rumah kami.

Kejadian petir atau halilintar bertubi-tubi seperti ini memang biasa terjadi di Malaysia. Ini sejauh pengamatan saya selama tinggal lima tahun di sini. Kalau dibandingkan dengan di Solo atau Yogyakarta, rumah saya di Indonesia, petir di Malaysia lebih mengerikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Jumlahnya lebih banyak dan lebih besar suara maupun kilatan cahayanya. Seperti di atas kepala.

Petir: Fenomena apa?
Petir adalah kejadian alam biasa. Bukan dewa marah, penunggu gunung batuk atau cerita-cerita khayal jaman dulu yang kadang digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak. Petir terjadi karena perbedaan potensial antara awan dan bumi atau antar awan. Muatan pada awan terjadi karena sebagian awan bergerak dan berinteraksi secara teratur. Bila perbedaan potensial sudah cukup besar dan media memungkinkan, maka akan terjadi aliran elektron dari muatan negatif ke positif. Dan terjadilah petir.

Ingin mencoba membuat petir?
Mudah. Cukup sediakan aki atau baterai yang masih bagus. Pasang kabel pada salah satu polaritas. Kemudian sentuhkan ujung kabel yang lain pada polaritas satunya. Ingat, cukup sentuhkan, jangan ditempelkan atau disambung karena akan membakar kabel atau merusakkan baterai/aki. Nah, apa yang terjadi? CLARKK...akan timbul bunga api. Anda telah membuat petir kecil-kecilan. Memang kecil, baterai cuma 1.5 volt, sedangkan petir bisa mencapai 10 juta volt. Houwgh...

Kenapa petir terjadi sebelum/semasa hujan?
Ya, seperti saya tulis di atas, elektron perlu media untuk bisa mengalir. Nah, pada saat hujan, kandungan air di udara adalah tinggi sehingga air menjadi medium untuk memudahkan mengalirnya elektron sehingga terjadi petir.

Bagaimana dengan suara guruh?
Petir berupa kilatan, biasanya diikuti dengan suara guruh, atau gludhuk dalam Bahasa Jawa. Suara guruh terjadi karena terjadinya pemanasan yang luar biasa ketika udara dilewati petir. Bayangkan, suhu atmosfer bisa mencapai 20.000 derajat C (sekitar 3 kali suhu permukaan matahari). Wuihh..masyaAllah. Kejadian ini menghasilkan kompresi udara dan akhirnya meledak sehingga menghasilkan suara gemuruh yang tidak kalah dahsyat.

Kenapa guruh terdengar setelah kilat?
Sebenarnya peristiwa kilat dan guruh terjadi pada masa yang bersamaan. Suara guruh terdengar beberapa saat setelah terlihat kilat karena cahaya merambat lebih cepat (186.000 miles per detik) dibandingkan suara (sekitar 700 mil per jam).

NASA, badan antariksa Amerika Serikat, memetakan distribusi populasi petir seluruh dunia seperti gambar di bawah ini.
Sebentar, petir mau datang lagi. Saya harus mengamankan semua barang elektronik dulu. Ntar dilanjut...

Thursday, June 11, 2009

Airbus, oh... malang betul nasibmu.

Belum lagi ketemu penyebab hancurnya pesawat Airbus milik AirFrance 1 Juni lalu di Samudera Atlantik yang menewaskan 228 orang, kecelakaan dialami lagi oleh pesawat buatan Eropa yg berbasis di Prancis ini. Pesawat Airbus jenis A330 milik maskapai JetStar Australia terpaksa mendarat di Pulau Guam, pulau terpencil di Samudera Pasifik. Pesawat ini membawa 203 penumpang dan kru dari Osaka, Jepang, menuju Gold Coast, Australian. Pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat karena adanya kebakaran di jendela kanan kokpit pesawat. Asap yang muncul diperkirakan karena adanya short-circuit pada sistem pemanas.

Dua hari yang lalu, sebuah pesawat Airbus A340-300 milik maskapai penerbangan Air China juga melakukan pendaratan darurat di Moscow karena mengalami kegagalan pada salah satu mesinnya. Pesawat ini bertolak dari Milan, Itali, menuju Beijing, China, dengan membawa 155 penumpang.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan yg dialami oleh pesawat produk Eropa ini. Setidaknya tercatat tiga kejadian lain sejak delapan bulan terakhir. Yaitu pesawat A330 Air New Zealand yg menukik masuk ke laut lepas barat daya Perancis pada November 2008, A380 Singapore Air Line terpeleset dan jatuhnya A320 US Airways di Sungai Hudson, New York, keduanya pada awal tahun 2009.

Apa yang menjadi penyebab satu-satunya lawan produk Amerika (Boeing, McDonell Douglas) ini selalu dirundung malang? Semata-mata kesalahan teknis atau ada skenario politik-ekonomi di balik itu semua? Hualah...embuh mas..

Friday, March 20, 2009

How are universities ranked?

Januari lalu, Webomatrics, salah satu pengeluar ranking universitas dunia, menempatkan UGM di nomer yg cukup membanggakan. Nomer 64 bo...., tertinggi diantara universitas indonesia lainnya. Sampai-sampai DIKTI pun menggunakan ranking ini sbg referensi, lihat aja di halaman depan http://www.dikti.go.id. Siapa dulu dong Menteri nya? hehehe...

Sebagai alumni, salut deh buat UGM. Tapi sebenarnya, menurut saya yg hebat adalah 'TIM WEB UGM', bukan UGM itu sendiri. Loh kok ngono? Iyo, karena Webomatrics adalah 'world universities' ranking on the web'. Artinya Tim Web UGM telah berhasil 'memamerkan UGM' dalam dunia maya, ya to?

"Lha nek dudu ranking sing neng web, UGM ki nomer piro le?"
"Wah susah njawabnya mbak.. :-("

Sebenarnya banyak sekali ranking universitas yg dibuat oleh berbagai institusi, baik lokal maupun internasional, bisa di-refer di sini. Universitas2 di Malaysia banyak me-refer dan berusaha menaikkan ranking universitas versi THES, the Times Higher Education Supplement. Indonesia (baca: DIKTI) dengan Webomatrics-nya. Tiap-tiap versi ranking punya pendekatan masing-masing, yg meliputi criteria, indikator dan bagaimana measurement process nya.

Sebagai contoh, coba kita copy-paste criteria yg dipake oleh tiga versi peranking yg cukup dikenal: THES, Shanghai (ARWU) dan Webomatrics. Yg terakhir dipilih karena ini yg dipakai DIKTI.

1. THES-QS

IndicatorExplanationWeighting
Academic Peer ReviewComposite score drawn from peer review survey (which is divided into five subject areas). 6,354 responses in 2008.40%
Employer ReviewScore based on responses to employer survey. 2,339 responses in 2008.10%
Faculty Student RatioScore based on student faculty ratio20%
Citations per FacultyScore based on research performance factored against the size of the research body 20%
International FacultyScore based on proportion of international faculty5%
International StudentsScore based on proportion of international students5%


Detail-nya, silahkan baca di sini.

2. Shanghai (Academic Ranking of World Universities). Baca lengkap di sini.

Criteria
Indicator
Code
Weight
Quality of Education Alumni of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals Alumni 10%
Quality of Faculty Staff of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals Award 20%
Highly cited researchers in 21 broad subject categories HiCi 20%
Research Output Articles published in Nature and Science* N&S 20%
Articles indexed in Science Citation Index-expanded, and Social Science Citation Index PUB 20%
Per Capita
Performance
Per capita academic performance of an institution PCP 10%
Total
0
0
100%


3. Webomatrics

Size (S). Number of pages recovered from four engines: Google, Yahoo, Live Search and Exalead. For each engine, results are log-normalised to 1 for the highest value. Then for each domain, maximum and minimum results are excluded and every institution is assigned a rank according to the combined sum. --> 50%
Visibility (V). The total number of unique external links received (inlinks) by a site can be only confidently obtained from Yahoo Search, Live Search and Exalead. For each engine, results are log-normalised to 1 for the highest value and then combined to generate the rank. --> 20%
Rich Files (R). After evaluation of their relevance to academic and publication activities and considering the volume of the different file formats, the following were selected: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt). These data were extracted using Google and merging the results for each filetype after log-normalising in the same way as described before. --> 15%
Scholar (Sc). Google Scholar provides the number of papers and citations for each academic domain. These results from the Scholar database represent papers, reports and other academic items. --> 15%


Nah, sekarang kita bisa lihat, bagaimana mereka menentukan ranking tersebut. Sungguh sangat beda. Perbedaan criteria dan weighting sangat berpengaruh pada hasil ranking.

"Lha terus versi mana yg kita sebaiknya ikuti le?"
"Wah itu tergantung demand mas..."

Maksudnya, masa' ya UGM mo ngikuti ranking versi THES ato Shanghai, ga bakalan ketemu kalau sampeyan nyari. Buktiin di sini dan situ. Saya memahami bahwa dalam rangka 'image building', memang betul langkah DIKTI utk menggunakan versi Webomatrics, karena di versi inilah nama unversitas2 indonesia (paling tidak) muncul. Dan saya faham juga kenapa UKM selalu nge-push postgraduate students utk publish di journal impak tinggi.

Wis berhenti mbaca blog, mari kita lanjutin nulis paper utk submit ke high-impact-journal....!

Friday, July 18, 2008

Hari Tanpa TV 2008

Tadi sore blogging sebentar, ketemu ama ini. Dukung MATIKAN TV SELAMA SEHARI - MINGGU 20 JULI!!!

Ajakan Koalisi Nasional HTT:
Ikuti "HARI TANPA TV 2008"
"Sebagian besar anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah"

TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb.

Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.

Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu:

Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.

Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.

Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.

Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.

Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.

Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.

Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.
Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@kidia.org;
SMS ke nomor 0812-1002.4009;
dan fax: 021-8690.5680; website http://www.kidia.org

Jakarta, 11 Juli 2008

Guntarto,
Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008